artikel cerita pendek ”Cerita Cinta Vivi”

Standard

Judul                          : Cerita cinta Vivi

Nama penerbit        : Majalah Fantasi

Edisi 530 th –XI  maret 2004

Oleh : Helen Chandra

Di tengah kelebatan hutan Ranca Upas, suara bentakan terdengar dari alat pengeras suara. Ratusan anak SMU 15 berlari panik. Mereka secepatnya kembali ke tenda. Acara Persami kali ini benar-benar melelahkan.

Bruk! Vivi terjatuh. Dia terantuk gundukan tanah di depannya. Rasanya sakit sekali. Tapi, nggak sampai satu menit, sepasang  tangan meraihnya dan membantunya berdiri.

Waktu tengah malam. Cahaya yang ada hanya lampu petromaks dan sinar rembulan. Vivi nggak bisa melihat wajah orang yang menolongnya. Yang jelas, cowok itu bertubuh tinggi dan kurus.

Beberapa saat Vivi termangu. Ingin sekali bibirnya mengucapkan terimakasih. Tapi, tertahan. Cowok itu tampaknya mengerti. Lalu berlari menuju tenda.

“Masak, sih, ada cowok yang nolongin kamu? Jangan-jangan itu Cuma khayalan kamu,” olok Sarah

“Atau, kamu masih terbawa mimpi kali !” tambah Dena.

“Ah, kalian. Kalau aku certain nggak percaya melulu ! Udah deh, aku nggak mau nyeritain lagi!” keluh Vivi.

Dena dan Sarah lagi-lagi tertawa.

‘’waduh, segitu marahnya,. Vi, kita kan Cuma ngeledek. Lagian, kamu kalo nyeritain tentang cowok, gayamu romantis banget. Kayak disinetron, gitu !’’

‘’itu Cuma pertemuan sesaat. Lagian, mau nyari cowok tinggi kurus seperti itu dimana ? Saat ini, cowok-cowok yang hadir tinggi – kurus semua !.  tambah sarah.

Vivi mengeluarkan daftar owok tinggi kurus yang dikeluarkannya.

‘’aku sudah ngecek semua anak-anak disekolah kita. Yang cirinya mirip ada 21. Nah , dari ke- 21 itu, ku mau tanya, apakah ada salah satu anak yang pernah menolongku !.

Vivi lalu mengeluarkan daftar nama-nama cowok dari dalam tasnya.

‘’terus , kalo sudah ketemu orangnya, kamu mau ngapain ,.kerjar dena

“yaaa , bilang terima kasih, dongg !!!!. sahut vivi

“kalo ternyata orangnya jelek, gimana ??. dena masih gak mau menyerah.

“ngggg… gmana yaaa, ntar aja, deh. Yang penting ketemu orangnya dulu, “ vivi tampang bingung

Sepanjang hari, vivi memikirkan ucapan dena. Hatinya gundah. Tapi, akhirnya dia mengambil keputusan, sperti apapun tampang cowok yang sudah menolongnya, dia gak peduli. Aku kan sebatas ingin tau aja. Masa , sihh mau ngucapin terima kasih harus ngeliat tampang dulu??? Katanya dalam hati.

Rupanya , sarah dan dena masih tetap penasaran. Usai acara pengarahan yang diberikan senior, mereka langsung mencari vivi.

“dimana?? Udah ketemu orangnya?. Tanya sarah .

‘’Belum, aku mau bilang ke cowok-cowok didaftar itu. Tapi , dari model rambutnya , aku masih inget , rambutnya agak ikal !!!”” sahut vivi.

“hhhhmmmmm …… gmana kalo rambut cowok itu direbonding, ‘’kata dena asal ngomong.

“ahhhh ,, mana mungkin, den ?? kalo cowok itu ikut persami, mana sempet dia kesalon ngerebonding rambut ??? “” sarah memberi alasan

Gini ajaa deh. Aku udah mencoret beberapa daftar nama. Setelah aku ingat-ingat, postur tubuhnya agak beda. Seingatku, yang nolongin aku itu, proporsi badannya seimbang. Sedangkan cowok-cowok kurus yang aku catat , adanya yang panjang dikaki ada juga panjang dibadan. Sekarang, sisa cowok yang ada dicatatanku tinggal 17, “ kata vivi dengan penuh harapan.

Sarah dan dena manggut-manggut. Mereka mulai curiga, jangan-jangan cowok kurus yang dimaksud emang bener gak ada. Semua itu Cuma ilusi dan khayalan vivi.

“kamu lihat gak ada yang mencurigakan dari vivi. Jangan-jangan, semua itu Cuma khayalannya. Cowok yang nolongin dia tidak ada, kata sarah

Saat dena dan sarah bertemu vivi, mereka langsung mencecar cewek itu dengan berbagai pertanyaan.

Gmana dengan cowok itu?? Suadah ketemu? “ tanya dena.”kabarenya, daftar cowok itu sudah berkurang yaaa !!’’’ katanya lagi

Vivi gak memberi reespon. Kayanya dia sedang melamun.

“ ooooyyyy …… vii !!!  waduh apa yang kamu pikirin ? jangan-jangan , cowok yang kamu bilnag Cuma cerita cinta seperti yang sudah-sudah, “” sarah menatap mata vivi.

“apaa?? Kamu gak percaya dengan cerita aku??” vivi mendelikan matanya.

“soryyyy ….. kita hanya menduga-duga, kok ,” ujar sarah.

“terus terang, cowok itu belum aku temukan tapi, ceritaku memang benar. Aku gak bohong, dia benar-benar sudah nolongin aku, sekarang daftar cowok ynag mirip dengannya tinggal 9 stelah aku ingat-ingat lagi, tuh cowok ternyata gak pake kaca mata, “ jelas vivi.

“Lohhhh ,, kamu gak bilang dia pake kaca mata, kan kamu Cuma ngasih tau cowok itu tinggi dan kurus!”” sarah makin curiga.

‘’bisa aja dia melepas kaca matanya, “vivi membela diri, tapi wajahnya tampak gak bersemangat.

“ jangan-jangan kamu udah tau siap cowok itu . pas kamu liah orangnya jelek, kamu jadi patah semangat, “ tebak dena

‘’benar , vii?? Kamu sudah tau siap cowok itu,?? Dena kelihatan gak sabar.

“aku belum tau orangnya. Tadi kan aku udah bilang daftar cowok itu tinggal 9 orang, “ sahut vivi enteng sambil berjalan meninggalkan dena dan sarah .

Sepeninggal vivi, dena memandang sarah sambil menaikan kedua alisnya. Sarah langsung mengerti maksudnya. Sikap vivi yang kelihatan cuek, sudah membuktikan, cowok tinggi kurus yang diceritakan Cuma karangan ,

“ besokk, kalo dia cerita tentang cowok itu lagi jangan didengerin.  Percumaa . kiat buang-buang waktu Cuma ngebahas cowok khayalan nya !!’’’ dena terlihat gemas

“tapiii….. kalo cowok itu benar-benar ada gmana ??? “ sarah terlihat ragu.

Dena dia diam membisu . kepalanya pusing memikirkan vivi.

‘udahhh ahh , aku gak mau pusing lagi. Yang jelas, aku gak ikut campur urusannya. Cowok yang diceritakan ada atau bohong, itu urusan dia. Mulai besok , kalo dia curhat sama aku lagi , aku gak mau dengerin. Capeeekkk !!!!””” sarah tampak kesal.

Dena mengganguk mereka kembali ke kelompok masing-masing besok , acara itu selesai dan cerita vivi tentang cowok itu juga bakalan usai.

Dua hari kemudian, disekolah, vivi mengahmpiri dena dan sarah wajahnya kelihatan ceria.

Sarah menduga, vivi pasti akan bercerita tentang cowok tinggi kurus itu lagi. Tapi , setelah mendengar kalimat yang keluar dari bibirnya, sarah terkejut.

“terus terang, aku belum tau cowok yang nolongin itu. Daftar cowok yang aku curigai masih tetap 9 orang. Tadinya, aku menduga, iwan ,,,,

“hahhh ???? iwaaann ??.

Sarah dan dena mengernyitkan dahi. Iwan cowok terkeren disekolah mereka. Mana mungkin iwan mau dengan vivi?? Lagian , dia kan sudah punya cewek model.

“upppssss!! Jangan curiga dulu dugaan ku salah iwan ku coret dari daftar, “ kata vivi.” Tapi , tau gak kalian , kemarin aku chating sama cowok di internet. Orangnya cool banget. Kita ngobrol lama sekali, sampai berjam-jam . aku ngerasa cocok sama dia. Kayanya ,,,,,,,,,, dia juga suka aku.  Aku penegn cari tau siapa dia sesungguhnya terus ,,,,

“tanpa bilang apa-apa lagi, sarah dan dena berbalik , meninggalkan vivi yang masih ngoceh tentang cowok di internet itu. Kali ini, mereka sudah gak tertarik dengan cerita cinta vivi.

  • Keunggulannya :

Bahwa vivi sangat yakin dengan apa yang telah terjadi , di tolong oleh seorang laki-laki yang tinggi dan kurus itu .

  • Kelemahannya :

Vivi tidak bisa membuktikan dan melihat benar siapa yang telah menolong dia saat dia terjatuh , makanya kedua teman vivi tidak percaya apa yang telah vivi ceritakan

  • Saran :

Seharusnya sebagai sahabatnya vivi ,,

Dena dan sarah harus mendengarkan cerita vivi itu benar atau tidak benar adanya cowok itu ,

  • Pendapat :

Menjadi orang itu harus penuh percaya diri dan yakin sama dirinya sendiri , apapun dengan pendapat orang lain ,,

Dan sebagai sahabat harus mendengarkan kelih kesah sang sahabat itu ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s