tugas persepsi konsumen

Standard

Persepsi Konsumen
Persepsi konsumen adalah proses dimana seseorang mengorganisir dan mengartikan kesan dari panca indera dalam tujuan untuk memberi arti dalam lingkungan mereka (Robbins, 1998, p.90). Persepsi konsumen ini sangat penting dipelajari karena perilaku konsumen didasarkan oleh persepsi mereka tentang apa itu kenyataan dan bukan kenyataan itu sendiri.
Persepsi akan sesuatu yang berasal dari interaksi antara dua jenis faktor (Shiffman & Kanuk, 1997, p.146):
1. Stimulus Factors
Karakteristik obyek secara fisik seperti ukuran, warna, berat atau bentuk. Tampilan suatu produk baik kemasan maupun karakteristiknya akan mampu menciptakan suatu rangsangan pada indra manusia, sehingga mampu menciptakan sesuatu persepsi mengenai produk yang dilihatnya.
2. Individual Factors
Karakteristik individu yang termasuk di dalamnya tidak hanya proses panca indera tetapi juga pengalaman yang serupa dan dorongan utama serta harapan dari individu itu sendiri.

Persepsi merupakan suatu proses penggunaan pengetahuan yang telah dimiliki untuk mendeteksi, mengumpulkan, dan mengintepretasikan stimulus yang diterima oleh alat indera menjadi arti tertentu yang bermakna. Dalam persepsi, seseorang juga melalui proses seleksi. Seleksi adalah proses seseorang memilih dan menentukan marketing stimuli karena tiap individu adalah unik dalam
kebutuhan, keinginan dan pengalaman, sikap dan karakter pribadi masing-masing orang. Dalam seleksi ada proses yang disebut selective perception concept.
Adapun selective perception concept, yaitu (Shiffman & Kanuk, 2000, p.35):
1. Selective Exposure
Konsumen secara efektif mencari pesan menemukan kesenangan atau simpati mereka secara aktif menghindari kesakitan atau ancaman disisi lainnya. Mereka secara efektif membuka diri mereka kepada iklan-iklan yang menentramkan hati mereka mengenai kebijaksanaan tentang keputusan pembeliannya.

2. Selective Attention
Konsumen mengadakan transaksi pemilihan yang bagus dengan tujuan perhatian mereka berikan pada rangsangan komersial. Mereka mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap rangsangan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Jadi konsumen mungkin untuk mengingat iklan untuk produk yang dapat memuaskan kebutuhan mereka dan mengabaikan yang tidak mereka butuhkan.

3. Perceptual Defense
Konsumen secara bawah sadar menyaring rangsangan yang mereka temukan ancaman psikologikal, meskipun telah terdapat pembukaan. Jadi ancaman atau sebaliknya rangsangan yang merusak mungkin lebih sedikit diterima secara sadar daripada rangsangan netral pada level pembukaan yang sama.

4. Perceptual Blocking
Konsumen melindungi diri mereka dari rangsangan-rangsangan yang mereka anggap negatif dan mempunyai pengaruh buruk bagi diri mereka. Persepsi tidak hanya tergantung pada sifat-sifat rangsangan fisik, tapi juga pada pengalaman dan sikap sekarang dari individu. Pengalaman dapat diperoleh dari semua perbuatannya di masa lampau atau dapat pula dipelajari, sebab dengan belajar seseorang akan dapat memperoleh pengalaman. Hasil dari pengalaman yang berbeda-beda, akan membentuk suatu pandangan yang berbeda sehingga menciptakan proses pengamatan dalam perilaku pembelian yang berbeda pula. Makin sedikit pengalaman dalam perilaku pembelian, makin terbatas pula luasan interpretasinya.
Persepsi ini juga ada hubungannya antara rangsangan dengan medan yang mengelilingi dan kondisi dalam diri seseorang (Kotler, 1997, p.240). Persepsi dapat dipengaruhi oleh karakter seseorang. Karakter tersebut dipengaruhi oleh (Robbins, 1998, p.91):

1. Attitudes
Dua individu yang sama, tetapi mengartikan sesuatu yang dilihat itu berbeda satu dengan yang lain.

2. Motives
Kebutuhan yang tidak terpuaskan yang mendorong individu dan mungkin memiliki pengaruh yang kuat terhadap persepsi mereka.
3. Interests
Fokus dari perhatian kita sepertinya dipengaruhi oleh minat kita, karena minat seseorang berbeda satu dengan yang lain. Apa yang diperhatikan oleh seseorang dalam suatu situasi bisa berbeda satu dengan yang lain. Apa yang diperhatikan seseorang dalam suatu situasi bisa berbeda dari apa yang dirasakan oleh orang lain.

4. Experiences
Fokus dari karakter individu yang berhubungan dengan pengalaman masa lalu seperti minat atau interest individu. Seorang individu merasakan pengalaman masa lalu pada sesuatu yang individu tersebut hubungkan dengan hal yang terjadi sekarang.

5. Expectations
Ekspektasi bisa mengubah persepsi individu dimana individu tersebut bisa melihat apa yang mereka harapkan dari apa yang terjadi sekarang.

Dalam hubungan antara persepsi dan perilaku dapat dilihat dari pendapat Siagian (1994, p.18) bahwa persepsi seseorang mengenai lingkungannya akan sangat berpengaruh pada perilaku yang akhirnya akan menentukan faktor-faktor yang dipandang motivasional (dorongan untuk melakukan sesuatu). Singkatnya motif mempengaruhi perilaku seseorang dan persepsi menentukan arah perilakunya. Karena itu perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi seseorang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan persepsi, yaitu (Schiffman & Kanuk, 1995, p.162):
1. Sensation
Sensation merupakan rangsangan langsung dari organ-organ yang mempunyai sensor untuk menanggapi rangsangan sederhana tersebut.

2. Absolute Threshold
Adalah tingkatan yang paling rendah dimana seseorang dapat mengalami ensasi tersebut.

3. Differential Threshold
Merupakan perbedaan kecil yang dapat dideteksi oleh dua rangsangan yang sangat mirip.

Reff : digilib.petra.ac.id/…/jiunkpe-ns-s1-2008-33402019-9844-sari_roti-chapter2.pdf

Menurut saya :
Dengan adanya persepsi konsumen kita dapat menetahui keinginan konsumen dalam masalah pembelian. Persepsi konsumen ini juga memiliki beberapa kiteria atau karakteristik yaitu :
1. Attitudes
2. Motives
3. Interests
4. Experiences
5. Expectations
Dalam hubungan antara persepsi dan perilaku persepsi seseorang mengenai lingkungannya akan sangat berpengaruh pada perilaku yang akhirnya akan menentukan faktor-faktor yang dipandang motivasional (dorongan untuk melakukan sesuatu).
Jadi betapa pentingnya persepsi konsumen dalam masalah pembelian sekarang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s